Showing posts with label GIS. Show all posts
Showing posts with label GIS. Show all posts

Thursday, 7 April 2016

Download Data Format Vektor dan Raster Level Dunia di Natural Earth

Sudah beberapa kali saya posting sumber-sumber web yang menyediakan fasilitas download gratis data geospasial. List lengkapnya sudah diringkes di situs Free GIS Data

Masing-masing sumber punya kekurangan dan kelebihan, intinya sih saling melengkapi. Salah satu yang sudah coba saya buka dan download adalah situs NATURAL EARTH.  Fasilitas Tombol klik download nya simpel dan langsung mendownload si data yang disediakan.



Yang paling asik di Natural Earth adalah dia menyediakan data point Main Cities di seluruh dunia (Karena inilah yang sedang saya cari-cari dan tidak disediakan di situs lain)

Selamat Menggunduh Data!

Thursday, 29 October 2015

Download Batas Kawasan Lindung, Taman Nasional dan Cagar Alam Seluruh Dunia, Gak Pake Bayar!

Pernah nyari batas suatu wilayah lindung X di negara Y dan bingung mau nyari kemana?Atau nyari list kawasan lindung di sebuah negara dan gak tau nanya ke siapa? Bingung pula nyari-nyari website nya Kemenhut negara setempat? Dan gak semua negara punya kayak di Indonesia. Saya pernah ketika mau nyari list kawasan lindung di Timor-Leste. Bahkan beberapa orang sana yang saya tanya juga gak tau tuh data dipegang siapa dan kemana harus mencarinya. Selain list-nya saya juga nyari data batas kawasannya yang tentu saja berformat shapefiles. 

Lain dulu lain sekarang, maraknya data opensource memang sungguh memudahkan dan memanjakan kita. Saat ini ProtectedPlanet.net menyediakan World Database on Protected Area (WDPA) berupa data spatial yang komprehensif untuk wilayah daratan ataupun lautan. ProtectedPlanet.net ini merupakan hasil kerjasama antara IUCN dan UNEP. Cara searching dan download-nya pun sangat simple dan menyenangkan. 

Saat pertama kali membuka website ProtectedPlanet.net hal pertama yang disuguhkan adalah fasilitas downloadnya. Uhuuuyy banget pokoknya.


Kalau udah tau kawasan mana yang mau dicari ya tinggal masukkan kata kunci. Contoh saya mau nyari kawasan Nino Konis Santana di Timor-Leste

Monday, 26 October 2015

Download Global Geospatial Data (Shapefiles) Seluruh Dunia di ISCGM

Selain di DIVA GIS, download global data seluruh dunia bisa juga di ISCGM (International Steering Committee for Global Mapping). Berbeda dengan di DIVA GIS yang sebagian datanya masih dalam bentuk grid, download data per-negara di ISCGM datanya lebih lengkap dan sudah dalam bentuk vektor area, line dan point.

Dalam 1 negara, beberapa data geospasial yang bisa di download dari ISCGM adalah:
- Batas Administrasi (polygon dan line), Provinsi dan Kabupaten
- Garis Pantai (line)
- Drainage/Sungai (line)
- Danau (polygon)
- Nama Kota (point)
- Jalan Besar (line)
- Rel Kereta Api (line)
- Airport (point)
Cara download-nya pun sangat mudah. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan registrasi terlebih dahulu. Kemudian buka Page Download.



Saturday, 10 January 2015

Membagi Peta/Image/Citra Ke Dalam Grid Yang Kita Tentukan Menggunakan ET Geowizards

Sebagai tulisan pertama di 2015 ini saya ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2015. Semoga kenyamanan dan kemakmuran selalu berpihak pada saya dan semua pembaca Tukang Peta. Amin. Mohon maaf baru bisa terbit karena banyaknya kegalauan di akhir tahun lalu sehingga belum sempat tengok-tengok blog *hayah malah curhat*.

Ada pembaca blog Tukang Peta yang menanyakan bagaimana caranya membagi sebuah peta kedalam grid yang sama atau dengan kata lain mencacah peta kedalam pecahan yang sama menggunakan besaran grid yang kita inginkan. Jujur saya juga bingung.

Berdasarkan info dari youtube ini (https://www.youtube.com/watch?v=yvAB1ZBp0IM) bangkitlah semangat saya untuk nge-blog lagi. Dalam video youtube tersebut dijelaskan dengan gamblang bagaimana caranya memecah polygon berformat shapefile menggunakan grid yang ditentukan besaran koordinatnya. Jelas dan mudah diikuti.

Nah, lalu gimana ceritanya kalau yang mau kita pecah itu file citra satelit/image? Bedasarkan hasil coba-coba saya berikut langkah-langkah praktisnya:

1. Tentukan file image yang ada dipecah. Sebagai contoh disini saya punya file citra landsat 7 sebagian wilayah Sumatera Utara.

2. Download dan install ET Geowizards Extension (sesuaikan dengan seri ARCGIS anda)


3.Munculkan extension ET Geowizard dalam ArcMap


Wednesday, 16 April 2014

Skala Peta Vs Resolusi Raster

Seperti yang sudah kita pahami, skala adalah perbedaan relatif ukuran/jarak antara fitur dalam gambar (peta) dengan fitur yang sebenarnya ada di lapangan. Sebagai contoh skala 1 : 50.000, diartikan bahwa setiap satu unit di peta mewakili 50.000 unit di lapangan. Unit tersebut biasanya dalam satuan inchi atau centimeter. Sementara resolusi pixel adalah ukuran area di lapangan yang dapat terwakili dalam 1 pixel.

Data raster biasanya tidak dikaitkan dengan skala tertentu, meskipun resolusi raster juga merupakan indikasi kedetilan citra satelit. Menurut blog di ESRI, kita dapat mengalikan ukuran pixel (dalam meter) dengan angka 2000 untuk mengetahui tingkat skala yang paling rinci/sesuai. Sebagai contoh sebuah citra satelit mempunyai resolusi spasial 30 meter, maka data tersebut bisa dilihat detil dalam tingkat skala 1 : 60.000. Namun pada prakteknya banyak orang yang menggunakan resolusi 30 meter untuk tingkat skala yang kurang rinci, misalnya skala 1 : 100.000.

Berikut tabel kesesuaian resolusi raster dengan tingkatan skala peta :

Raster Resolution
(in meters)
Detectable size
(in meters)
Map Scale
0.5
1
1 : 1000
2.5
5
1 : 5000
5
10
1 : 10.000
25
50
1 : 50.000
50
100
1 : 100.000
125
250
1 : 250.000
250
500
1 : 500.000
500
1000
1 : 1.000.000

Untuk lebih mudahnya bisa dihitung dengan rumus sederhana berikut ini:

Skala Peta = Resolusi Raster x 2 x 1000

Demikianlah. 
Salam Peta

Sumber :


Thursday, 6 March 2014

Konversi data KML Menjadi Shapefile (KML to SHP) Menggunakan DNR Garmin

Ada kalanya kita mendapatkan data spasial yang mempunyai format KML, yaitu format data yang bisa dibuka menggunakan Google Earth. Untuk menampilkan data KML ke dalam ArcMap harus dikonversi dahulu menjadi data SHP. Ada beberapa cara untuk melakukan konversi KML to SHP. Sepanjang yang saya tahu diantaranya adalah :

1. Bisa langsung dilakukan di ArcGIS 10.x (kapan-kapan saya tuliskan caranya)
2. Menggunakan ekstensi KML_to_SHP untuk ArcGIS 9.2.x
3. Menggunakan software online kml2shp

Kemaren saya mencoba menggunakan cara ke 2 dan 3, namun GAGAL!  Alhasil saya iseng memanfaatkan keberadaan software DNR Garmin. Ternyata BERHASIL! Dan langkahnya juga lebih simpel. Caranya :

1. Download data KML yang tersedia. Sebagai contoh saya mendownload data Tutupan Lahan wilayah Jawa Timur yang ada di WebGIS Kehutanan
2. Buka data KML di Google Earth. Klik kanan, Save Place As.


Tuesday, 4 March 2014

Download Data Tutupan Lahan Seluruh Indonesia dari WebGIS Kehutanan

Ketersediaan data di WebGIS Kehutanan ini sudah pernah saya bahas dua kali yaitu di :

1. Misteriusnya Data Tutupan Lahan dari Dirjen Planologi Kehutanan
2. Misteriusnya Data Tutupan Lahan dari Dirjen Planologi Kehutanan (Bagian 2) 

Walaupun masih menyisakan tanda tanya besar, namun ketersediaan data dalam WebGIS tersebut memberikan harapan dan angin segar bagi para pemburu data gratis untuk tujuan yang beraneka rupa.  Untuk mendapatkan datanya pun sangatlah mudah, yaitu :

1. Buka WebGIS Kehutanan pada link : http://appgis.dephut.go.id/appgis/


Tuesday, 28 January 2014

Cropping File DEM/Image Menggunakan Batas Wilayah

Melanjutkan pembahasan soal mendonwload data DEM ataupun Citra Satelit, sebelum digunakan ada kalanya data tersebut perlu dipotong sesuai kebutuhan agar file yang ada tidak terlalu besar. Proses pemotongan/cropping bisa mudah dilakukan menggunakan tool CLIP di Raster Processing-nya ArcMap. Yang dibutuhkan disini adalah file poligon wilayah yang diperlukan. Sebagai contoh, saya akan memotong DEM hasil gabungan untuk wilayah Bali. Disini saya menggunakan poligon pulau Bali. Sebelum melakukan crop, pastikan data DEM/Image mempunyai proyeksi coordinat yang sama dengan data poligon.

Berikut caranya:
1. Tampilkan dilayar data DEM hasil gabungan dengan data poligon pulau Bali



2. Buka Data Management Tools - Raster - Raster Processing - Clip

Wednesday, 22 January 2014

Menggabungkan Data DEM Menggunakan Mosaic Tool di ArcMap

Data DEM hasil download dari ASTER GDEM untuk satu lokasi bisa terdiri dari beberapa file. Misalnya untuk pulau Bali terdiri dari 4 file. Sebelum digunakan atau diolah lebih lanjut, 4 file tersebut bisa digabungkan terlebih dahulu. Salah satu cara yang bisa dipakai adalah menggunakan Tool "Mosaic To New Raster" yang ada pada ArcToolBoox di ArcMap.

Berikut caranya :
1. Buka ArcToolBox di ArcMap. Pilih Data Management Tools - Raster - Raster Dataset - Mosaic To New Raster


2. Pada Input Raster, masukkan keempat data DEM yang mempunyai akhiran : dem.tif.

Friday, 13 December 2013

Georeferencing Citra Dengan Titik Koordinat di ArcMap

Georeferencing merupakan proses merubah data peta yang belum mempunyai sistem koordinat menjadi data yang berkoordinat dan mempunyai koordinat tertentu. Registrasi data peta bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah menggunakan titik koordinat yang telah diketahui. Yang paling mudah adalah titik koordinat yang ada di dalam Google Earth. 

Berikut cara-caranya :
1. Buka ArcMap
2. Atur sistem koordinatnya, dengan cara klik kanan pada Layer - Properties


Friday, 6 December 2013

Menentukan Proyeksi Peta/Citra Menggunakan ArcMap

Sebelum melakukan konversi proyeksi data vektor atau raster, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mendefinisikan terlebih dahulu system proyeksi yang ada. Berikut adalah contoh tahapan melakukan konversi proyeksi data vektor (cara ini juga berlaku untuk data raster) :
Define Projection
1. Buka ArcMap, kemudian buka ArcToolbox
2. Panggil vector yang akan diubah proyeksinya.
3. Kalau muncul warning “Unknown Spatial Reference” ini artinya file vektor tersebut perlu didefinisikan dahulu proyeksinya. Klik OK


4. Cek dibagian kanan bawah ArcMap untuk memastikan Spatial Reference-nya

Wednesday, 30 October 2013

Konversi Proyeksi

Dengan ArcMap, mengubah sistem proyeksi suatu data sangatlah mudah. Sebagai contoh dari sistem geografi ke UTM, berikut ini caranya:
1. Buka (ArcToolbox) Data Management Tools -  Projections and Transformation – Feature – Project
2. Masukkan layer yang akan diubah proyeksinya dan tentukan lokasi output file-nya
3. Klik Output Coordinate System – Select – Geographic Coordinate Systems -  Projected Coordinate Systems – UTM – WGS 1984 – WGS 1984 UTM Zone 47N.prj
 

Tuesday, 29 October 2013

Cara Memunculkan Koordinat X dan Y di ArcMap Menggunakan XTools Pro

Untuk memperlancar pekerjaan pemetaan, ada kalanya kita membutuhkan koordinat X dan Y (Long/Lat) dari suatu data. Sebagai contoh saya mempunyai file seluruh gunung di Taman Nasional Gunung Leuser dalam bentuk point. Nah, cara paling mudah untuk memunculkan angka koordinat X dan Y dalam point tersebut adalah menggunakan XTools Pro yang bisa didownload disini.

Mengapa saya lebih menyukai cara di XTools Pro? Karena ada pilihan memunculkan DMS (Degree, Minutes, Second). Format DMS ini hanya bisa digunakan untuk file dengan proyeksi geographic, bukan UTM. Jadi angka ini bisa langsung digunakan untuk melakukan georeferencing data citra di ArcMap. Berikut cara mudahnya :

1. Panggil file (dalam format point) yang akan dimunculkan koordinatnya
 



P O P U L A R